Sekitar 400 warga Tojo Barat, Tojo Una-Una, menggelar salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau dan meningkatnya risiko karhutla.
Sekitar 400 warga dan jamaah di Kecamatan Tojo Barat, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menggelar salat Istisqa di Lapangan Tua Molangke, Desa Tombiano, Jumat, 18 September 2026. Salat meminta hujan tersebut menjadi ikhtiar bersama masyarakat di tengah kemarau yang mulai berdampak terhadap kehidupan warga.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 Wita dan diikuti Danramil bersama anggota Koramil 1307-04/Tojo serta masyarakat setempat. Pelaksanaan salat berlangsung hingga sekitar pukul 08.15 Wita dalam keadaan aman dan tertib.
Salat Istisqa dipimpin Imam Habib Usman Ba’bud. Sementara khotbah disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tojo Barat, Zulfikar Ushuluddin. Masdion Koyoe, imam Masjid Nurul Hikmah Tombiano, bertugas sebagai bilal.
Selain memohon agar hujan segera turun, jamaah juga mendoakan keselamatan masyarakat, memohon ampunan, serta berharap wilayah Tojo Barat dijauhkan dari berbagai musibah yang dapat muncul akibat kemarau berkepanjangan. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan ancaman bencana yang berpotensi meningkat saat lahan mengering.
Rencana pelaksanaan salat Istisqa sebelumnya telah dikoordinasikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Kantor Urusan Agama Kecamatan Tojo Barat, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat. Jadwal kegiatan sempat mengalami perubahan sebelum akhirnya ditetapkan pada Jumat, 18 September 2026, di Lapangan Desa Tombiano.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Muhammad Syaharuddin, sebelumnya menyebut salat Istisqa sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk memohon hujan dan perlindungan di tengah kondisi alam yang mengkhawatirkan. Sementara pihak KUA Tojo Barat berharap hujan dapat membantu mencegah dampak lanjutan berupa gagal panen, kebakaran hutan, dan krisis air bersih.
Kekhawatiran terhadap dampak kemarau tersebut muncul bersamaan dengan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tojo Una-Una. Pada 13 September 2026, kebakaran terjadi di Dusun Gandalari, Desa Korondoda, Kecamatan Tojo. Berdasarkan laporan BPBD Sulawesi Tengah yang diberitakan ANTARA, area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, aparat setempat, dan masyarakat berhasil memadamkan api di Korondoda. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena masih terdapat vegetasi kering yang dapat kembali terbakar, terutama ketika angin kencang.
BPBD Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap.
Pelaksanaan salat Istisqa di Tojo Barat menunjukkan keresahan masyarakat terhadap kemarau yang berlangsung. Di sisi lain, upaya keagamaan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, penghematan air, dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 Wita dan diikuti Danramil bersama anggota Koramil 1307-04/Tojo serta masyarakat setempat. Pelaksanaan salat berlangsung hingga sekitar pukul 08.15 Wita dalam keadaan aman dan tertib.
Salat Istisqa dipimpin Imam Habib Usman Ba’bud. Sementara khotbah disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tojo Barat, Zulfikar Ushuluddin. Masdion Koyoe, imam Masjid Nurul Hikmah Tombiano, bertugas sebagai bilal.
Selain memohon agar hujan segera turun, jamaah juga mendoakan keselamatan masyarakat, memohon ampunan, serta berharap wilayah Tojo Barat dijauhkan dari berbagai musibah yang dapat muncul akibat kemarau berkepanjangan. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan ancaman bencana yang berpotensi meningkat saat lahan mengering.
Rencana pelaksanaan salat Istisqa sebelumnya telah dikoordinasikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Kantor Urusan Agama Kecamatan Tojo Barat, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat. Jadwal kegiatan sempat mengalami perubahan sebelum akhirnya ditetapkan pada Jumat, 18 September 2026, di Lapangan Desa Tombiano.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Muhammad Syaharuddin, sebelumnya menyebut salat Istisqa sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk memohon hujan dan perlindungan di tengah kondisi alam yang mengkhawatirkan. Sementara pihak KUA Tojo Barat berharap hujan dapat membantu mencegah dampak lanjutan berupa gagal panen, kebakaran hutan, dan krisis air bersih.
Kekhawatiran terhadap dampak kemarau tersebut muncul bersamaan dengan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tojo Una-Una. Pada 13 September 2026, kebakaran terjadi di Dusun Gandalari, Desa Korondoda, Kecamatan Tojo. Berdasarkan laporan BPBD Sulawesi Tengah yang diberitakan ANTARA, area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, aparat setempat, dan masyarakat berhasil memadamkan api di Korondoda. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena masih terdapat vegetasi kering yang dapat kembali terbakar, terutama ketika angin kencang.
BPBD Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap.
Pelaksanaan salat Istisqa di Tojo Barat menunjukkan keresahan masyarakat terhadap kemarau yang berlangsung. Di sisi lain, upaya keagamaan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, penghematan air, dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Sumber: Harian Sulawesi — Sumber asli
