PALU – Madrasah Aliyah di Sulawesi Tengah mulai melaksanakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Simulasi berlangsung pada 21–27 September 2026 sebagai bagian dari persiapan peserta didik sebelum mengikuti tahapan TKA yang sebenarnya.

Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah mencatat, sebanyak 5.569 peserta didik telah ditarik sebagai peserta TKA berdasarkan data sementara per 19 September 2026. Peserta tersebut berasal dari 175 satuan pendidikan, baik madrasah negeri maupun swasta di Sulawesi Tengah.

Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Muhammad, mengatakan simulasi menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal mekanisme dan alur pelaksanaan TKA. Selain mengukur kesiapan akademik, kegiatan tersebut diharapkan membantu siswa lebih tertib dan percaya diri saat mengikuti ujian utama.

Menurut dia, kesiapan menghadapi TKA tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab soal. Peserta didik juga perlu memahami tata tertib, teliti dalam mengikuti instruksi, serta mampu menggunakan perangkat dan sistem yang dipakai selama pelaksanaan tes.

Madrasah diminta memanfaatkan hasil simulasi sebagai bahan evaluasi. Aspek yang masih lemah, baik dari sisi akademik maupun teknis, dapat segera diperbaiki melalui pendampingan guru dan penguatan pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

“Simulasi ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal mekanisme TKA, sehingga mereka lebih siap, tertib, dan percaya diri saat mengikuti pelaksanaan yang sebenarnya,” kata Muhammad, seperti dikutip dari laman Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah.

Berdasarkan jadwal yang dihimpun dari informasi pendidikan di Sulawesi Tengah, simulasi TKA untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat berlangsung hingga 27 September 2026. Tahapan berikutnya adalah gladi bersih yang dijadwalkan pada 5–18 Oktober 2026.

Pelaksanaan simulasi juga menjadi bagian dari persiapan satuan pendidikan dalam menghadapi asesmen berbasis komputer. Sekolah dan madrasah perlu memastikan kesiapan sarana, jaringan, perangkat, serta pendampingan kepada siswa agar kendala teknis tidak mengganggu proses pelaksanaan.

Kemenag Sulteng berharap seluruh tahapan persiapan dapat diikuti secara sungguh-sungguh. Peserta didik juga diingatkan agar tidak menjadikan simulasi sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk mengetahui kemampuan dan kekurangan sebelum menghadapi TKA utama.

Hasil simulasi diharapkan dapat memberikan gambaran awal bagi madrasah mengenai kemampuan peserta didik. Dari pemetaan tersebut, guru dapat menentukan materi yang perlu diperkuat, sekaligus memberikan dukungan yang lebih terarah kepada siswa menjelang pelaksanaan TKA.