Pemprov Sulawesi Tengah menyebut angka putus sekolah turun sekitar 10 persen sepanjang Januari-September 2026 berkat evaluasi dan penguatan program pendidikan.
PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyebut angka anak putus sekolah pada jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA turun sekitar 10 persen sepanjang Januari hingga September 2026. Penurunan tersebut dikaitkan dengan evaluasi program pendidikan daerah, terutama program Berani Cerdas yang menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulteng.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan, pemerintah masih melakukan pendataan untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah atau berhenti sekolah. Data tersebut kemudian digunakan untuk mendorong mereka kembali mengikuti pendidikan sesuai jenjang masing-masing.
“Setelah kami mengevaluasi itu, ada penurunan 10 persen dari putus sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA,” kata Reny di Palu, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Jumat, 18 September 2026.
Menurut Reny, penurunan itu belum membuat pemerintah daerah menghentikan pemantauan. Pemprov Sulteng tetap berupaya mengidentifikasi anak yang masih berada di luar sistem pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan putus sekolah tidak selalu disebabkan oleh biaya, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi keluarga, akses sekolah, maupun ketersediaan dukungan pendidikan.
Program Berani Cerdas dirancang untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan masyarakat Sulawesi Tengah. Program tersebut mencakup bantuan pendidikan bagi siswa, mahasiswa, serta sejumlah dukungan lain untuk memastikan proses belajar tidak terhenti akibat kendala ekonomi.
Sepanjang 2026, anggaran yang telah direalisasikan melalui program Berani Cerdas mencapai sekitar Rp355,261 miliar. Nilai itu setara dengan sekitar 7,28 persen dari total APBD Sulawesi Tengah yang disebut mencapai Rp4,7 triliun.
Porsi terbesar anggaran tersebut dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa. Pemprov Sulteng menyebut sekitar 47 ribu mahasiswa yang memiliki KTP Sulawesi Tengah menerima dukungan pendidikan dan tersebar di 401 perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia. Anggaran untuk komponen beasiswa mahasiswa itu mencapai sekitar Rp260 miliar.
Selain beasiswa mahasiswa, anggaran Berani Cerdas digunakan untuk mendukung BOSDA, pembayaran SPP bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta, beasiswa bagi siswa berprestasi dan berbakat, serta bantuan Uji Kompetensi Keahlian dan Praktik Kerja Industri bagi siswa SMK.
Pemprov juga memberikan bantuan pendidikan bagi guru ASN, mendukung pendidikan profesi, serta mengalokasikan bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital di SMA dan SMK. Bantuan seragam sekolah turut menjadi bagian dari program tersebut.
Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa Berani Cerdas merupakan program lintas perangkat daerah. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Biro Hukum. Koordinasi itu diperlukan agar penerima bantuan dapat diverifikasi berdasarkan data kependudukan dan kondisi sosial ekonomi.
Portal resmi Berani Cerdas juga masih membuka pendaftaran beasiswa untuk jenjang D3, D4, dan S1 semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 hingga 18 September 2026. Pemerintah daerah menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan target satu rumah satu sarjana.
Meski angka putus sekolah disebut menurun, pemerintah daerah masih perlu memastikan keberlanjutan pendataan dan pendampingan di lapangan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima bantuan, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan siswa agar tetap bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan, pemerintah masih melakukan pendataan untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah atau berhenti sekolah. Data tersebut kemudian digunakan untuk mendorong mereka kembali mengikuti pendidikan sesuai jenjang masing-masing.
“Setelah kami mengevaluasi itu, ada penurunan 10 persen dari putus sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA,” kata Reny di Palu, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Jumat, 18 September 2026.
Menurut Reny, penurunan itu belum membuat pemerintah daerah menghentikan pemantauan. Pemprov Sulteng tetap berupaya mengidentifikasi anak yang masih berada di luar sistem pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan putus sekolah tidak selalu disebabkan oleh biaya, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi keluarga, akses sekolah, maupun ketersediaan dukungan pendidikan.
Program Berani Cerdas dirancang untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan masyarakat Sulawesi Tengah. Program tersebut mencakup bantuan pendidikan bagi siswa, mahasiswa, serta sejumlah dukungan lain untuk memastikan proses belajar tidak terhenti akibat kendala ekonomi.
Sepanjang 2026, anggaran yang telah direalisasikan melalui program Berani Cerdas mencapai sekitar Rp355,261 miliar. Nilai itu setara dengan sekitar 7,28 persen dari total APBD Sulawesi Tengah yang disebut mencapai Rp4,7 triliun.
Porsi terbesar anggaran tersebut dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa. Pemprov Sulteng menyebut sekitar 47 ribu mahasiswa yang memiliki KTP Sulawesi Tengah menerima dukungan pendidikan dan tersebar di 401 perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia. Anggaran untuk komponen beasiswa mahasiswa itu mencapai sekitar Rp260 miliar.
Selain beasiswa mahasiswa, anggaran Berani Cerdas digunakan untuk mendukung BOSDA, pembayaran SPP bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta, beasiswa bagi siswa berprestasi dan berbakat, serta bantuan Uji Kompetensi Keahlian dan Praktik Kerja Industri bagi siswa SMK.
Pemprov juga memberikan bantuan pendidikan bagi guru ASN, mendukung pendidikan profesi, serta mengalokasikan bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital di SMA dan SMK. Bantuan seragam sekolah turut menjadi bagian dari program tersebut.
Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa Berani Cerdas merupakan program lintas perangkat daerah. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Biro Hukum. Koordinasi itu diperlukan agar penerima bantuan dapat diverifikasi berdasarkan data kependudukan dan kondisi sosial ekonomi.
Portal resmi Berani Cerdas juga masih membuka pendaftaran beasiswa untuk jenjang D3, D4, dan S1 semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 hingga 18 September 2026. Pemerintah daerah menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan target satu rumah satu sarjana.
Meski angka putus sekolah disebut menurun, pemerintah daerah masih perlu memastikan keberlanjutan pendataan dan pendampingan di lapangan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima bantuan, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan siswa agar tetap bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan.
Sumber: ANTARA News Sulteng — Sumber asli
