Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Buol dan Tolitoli. Pertamina memastikan distribusi BBM subsidi tetap berjalan sambil memperketat pengawasan.
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 17 September 2026. Kondisi tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah dan Pertamina karena berkaitan dengan kelancaran pasokan BBM bersubsidi bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan penyaluran BBM subsidi ke Buol dan Tolitoli tetap berjalan. Perusahaan juga mengaku meningkatkan pengawasan di tingkat lembaga penyalur agar BBM diterima konsumen yang berhak sesuai ketentuan.
Pjs Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan pengiriman BBM ke kedua wilayah itu terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memantau distribusi.
Masyarakat diminta tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU. Pertamina mengimbau konsumen mengikuti arahan petugas, tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU, serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar penyaluran tidak semakin terganggu. ([radarpalu.jawapos.com](https://radarpalu.jawapos.com/sulteng/2609170023/pertamina-pastikan-distribusi-bbm-subsidi-di-buol-dan-tolitoli-tetap-berjalan-kondusif?utm_source=openai))
Di Kabupaten Buol, antrean sebelumnya terlihat di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali. Hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pengelola SPBU pada 16 September 2026 menunjukkan adanya selisih antara volume BBM yang diajukan dan pasokan yang diterima.
Dalam kondisi normal, SPBU disebut mengajukan sekaligus menerima pasokan sekitar 32 kiloliter. Namun, pada beberapa pengiriman, realisasi pasokan turun menjadi 16 kiloliter dari permintaan 32 kiloliter. Pada pengiriman lain, permintaan 24 kiloliter hanya terealisasi sekitar 8 kiloliter.
Penurunan realisasi tersebut disebut berdampak pada ketersediaan BBM harian di tingkat SPBU. Kendala pengangkutan dan keterlambatan kedatangan armada tanker juga menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi distribusi. Pemerintah Kabupaten Buol sebelumnya memperkuat satuan tugas pengawasan distribusi BBM dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak Pertamina. ([radarpalu.jawapos.com](https://radarpalu.jawapos.com/daerah/2609170015/penyebab-antrean-bbm-di-spbu-buol-terungkap-kendala-distribusi-dan-pembatasan-pasokan-jadi-pemicu?utm_source=openai))
Sementara itu, antrean juga terpantau di sejumlah SPBU di Kabupaten Tolitoli. Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli melakukan pemantauan terhadap pasokan dan distribusi BBM bersubsidi di Terminal BBM Tolitoli, Desa Lalos, Kecamatan Galang.
Pemantauan tersebut dilakukan setelah muncul antrean kendaraan di beberapa SPBU. Pemerintah daerah menyampaikan bahwa pasokan diharapkan kembali membaik setelah kapal tanker tiba di Terminal BBM Tolitoli pada Kamis. Namun, dampak kedatangan pasokan terhadap panjang antrean dan kelancaran pelayanan masih perlu dilihat dalam penyaluran berikutnya.
Kondisi di Buol dan Tolitoli menunjukkan bahwa persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga ketepatan distribusi dari terminal hingga SPBU. Pengawasan terhadap volume pengiriman, mekanisme rekomendasi, penggunaan kode transaksi, dan pembelian sesuai peruntukan menjadi penting agar BBM subsidi tidak salah sasaran.
Pemerintah daerah dan Pertamina diharapkan terus menyampaikan informasi perkembangan pasokan secara terbuka kepada masyarakat. Informasi yang jelas dapat membantu warga menghindari pembelian berlebihan sekaligus mengurangi kepanikan yang berpotensi memperpanjang antrean di SPBU.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan penyaluran BBM subsidi ke Buol dan Tolitoli tetap berjalan. Perusahaan juga mengaku meningkatkan pengawasan di tingkat lembaga penyalur agar BBM diterima konsumen yang berhak sesuai ketentuan.
Pjs Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan pengiriman BBM ke kedua wilayah itu terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memantau distribusi.
Masyarakat diminta tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU. Pertamina mengimbau konsumen mengikuti arahan petugas, tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU, serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar penyaluran tidak semakin terganggu. ([radarpalu.jawapos.com](https://radarpalu.jawapos.com/sulteng/2609170023/pertamina-pastikan-distribusi-bbm-subsidi-di-buol-dan-tolitoli-tetap-berjalan-kondusif?utm_source=openai))
Di Kabupaten Buol, antrean sebelumnya terlihat di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Kampung Bugis dan SPBU Kali. Hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pengelola SPBU pada 16 September 2026 menunjukkan adanya selisih antara volume BBM yang diajukan dan pasokan yang diterima.
Dalam kondisi normal, SPBU disebut mengajukan sekaligus menerima pasokan sekitar 32 kiloliter. Namun, pada beberapa pengiriman, realisasi pasokan turun menjadi 16 kiloliter dari permintaan 32 kiloliter. Pada pengiriman lain, permintaan 24 kiloliter hanya terealisasi sekitar 8 kiloliter.
Penurunan realisasi tersebut disebut berdampak pada ketersediaan BBM harian di tingkat SPBU. Kendala pengangkutan dan keterlambatan kedatangan armada tanker juga menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi distribusi. Pemerintah Kabupaten Buol sebelumnya memperkuat satuan tugas pengawasan distribusi BBM dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak Pertamina. ([radarpalu.jawapos.com](https://radarpalu.jawapos.com/daerah/2609170015/penyebab-antrean-bbm-di-spbu-buol-terungkap-kendala-distribusi-dan-pembatasan-pasokan-jadi-pemicu?utm_source=openai))
Sementara itu, antrean juga terpantau di sejumlah SPBU di Kabupaten Tolitoli. Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli melakukan pemantauan terhadap pasokan dan distribusi BBM bersubsidi di Terminal BBM Tolitoli, Desa Lalos, Kecamatan Galang.
Pemantauan tersebut dilakukan setelah muncul antrean kendaraan di beberapa SPBU. Pemerintah daerah menyampaikan bahwa pasokan diharapkan kembali membaik setelah kapal tanker tiba di Terminal BBM Tolitoli pada Kamis. Namun, dampak kedatangan pasokan terhadap panjang antrean dan kelancaran pelayanan masih perlu dilihat dalam penyaluran berikutnya.
Kondisi di Buol dan Tolitoli menunjukkan bahwa persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga ketepatan distribusi dari terminal hingga SPBU. Pengawasan terhadap volume pengiriman, mekanisme rekomendasi, penggunaan kode transaksi, dan pembelian sesuai peruntukan menjadi penting agar BBM subsidi tidak salah sasaran.
Pemerintah daerah dan Pertamina diharapkan terus menyampaikan informasi perkembangan pasokan secara terbuka kepada masyarakat. Informasi yang jelas dapat membantu warga menghindari pembelian berlebihan sekaligus mengurangi kepanikan yang berpotensi memperpanjang antrean di SPBU.
Sumber: Radar Palu — Sumber asli
