Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menargetkan setiap rumah memiliki minimal satu sarjana dan memperluas dukungan pendidikan dokter.
PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menargetkan setiap rumah tangga di daerah tersebut memiliki sedikitnya satu anggota keluarga bergelar sarjana. Target itu menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan kesehatan.
Anwar menyampaikan target tersebut dalam wawancara bersama IDN Times pada Sabtu, 26 September 2026. Menurut dia, pemerintah daerah ingin memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sehingga kesempatan kuliah tidak hanya dinikmati keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Target satu rumah satu sarjana itu didukung melalui program Berani Cerdas. Program tersebut memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah dan telah diperluas untuk sejumlah jenjang, termasuk pendidikan magister dan doktor pada bidang yang dinilai dibutuhkan daerah.
“Pendidikan ini investasi jangka panjang,” kata Anwar dalam wawancara tersebut. Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan.
Selain menargetkan peningkatan jumlah sarjana, Pemprov Sulteng juga menyiapkan dukungan bagi mahasiswa kedokteran. Anwar menyebut pemerintah provinsi menargetkan sekitar 1.000 mahasiswa mendapat bantuan untuk menempuh pendidikan kedokteran.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung target satu desa satu dokter. Anwar menyebut Sulawesi Tengah memiliki sekitar 2.800 desa, sementara layanan dokter umum masih belum merata di wilayah perdesaan. Dalam kondisi tertentu, satu pusat kesehatan masyarakat masih harus melayani beberapa desa sekaligus.
Menurut Anwar, pembiayaan pendidikan kedokteran perlu dipersiapkan sejak sekarang karena hasilnya baru dapat dirasakan dalam beberapa tahun mendatang. Ia memperkirakan lulusan dari program tersebut akan membantu memperkuat pelayanan kesehatan di daerah setelah menyelesaikan pendidikan dan tahapan profesinya.
Di sisi lain, Pemprov Sulteng menyebut pelaksanaan program pendidikan mulai menunjukkan dampak terhadap akses sekolah. Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido mengatakan angka anak putus sekolah pada jenjang TK hingga SMA turun sekitar 10 persen sepanjang Januari-September 2026 berdasarkan evaluasi pemerintah daerah.
Reny mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah atau terpaksa berhenti sekolah. Mereka kemudian diupayakan kembali mengikuti pendidikan melalui berbagai program yang tersedia.
ANTARA melaporkan, total anggaran yang direalisasikan melalui program Berani Cerdas pada 2026 mencapai Rp355,261 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp260 miliar dialokasikan untuk beasiswa bagi sekitar 47 ribu mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah yang tersebar di 401 perguruan tinggi di Indonesia.
Dana lainnya digunakan untuk sejumlah kebutuhan pendidikan, antara lain Bantuan Operasional Sekolah Daerah, bantuan biaya SPP bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta, dukungan Uji Kompetensi Keahlian dan Praktik Kerja Industri bagi siswa SMK, beasiswa bagi siswa berprestasi, serta bantuan pendidikan untuk guru dan aparatur sipil negara.
Pemprov juga mengalokasikan dukungan bagi peningkatan sarana pendidikan berbasis digital di SMA dan SMK serta bantuan seragam sekolah. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa target satu rumah satu sarjana tidak hanya diarahkan pada bantuan pendidikan tinggi, tetapi juga dibangun melalui penguatan akses pendidikan sejak jenjang dasar hingga menengah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu menjangkau keluarga di wilayah kepulauan maupun daerah terpencil. Jika berjalan konsisten, target peningkatan jumlah sarjana dan dokter di desa diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan publik sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Sulawesi Tengah.
Anwar menyampaikan target tersebut dalam wawancara bersama IDN Times pada Sabtu, 26 September 2026. Menurut dia, pemerintah daerah ingin memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sehingga kesempatan kuliah tidak hanya dinikmati keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Target satu rumah satu sarjana itu didukung melalui program Berani Cerdas. Program tersebut memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah dan telah diperluas untuk sejumlah jenjang, termasuk pendidikan magister dan doktor pada bidang yang dinilai dibutuhkan daerah.
“Pendidikan ini investasi jangka panjang,” kata Anwar dalam wawancara tersebut. Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan.
Selain menargetkan peningkatan jumlah sarjana, Pemprov Sulteng juga menyiapkan dukungan bagi mahasiswa kedokteran. Anwar menyebut pemerintah provinsi menargetkan sekitar 1.000 mahasiswa mendapat bantuan untuk menempuh pendidikan kedokteran.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung target satu desa satu dokter. Anwar menyebut Sulawesi Tengah memiliki sekitar 2.800 desa, sementara layanan dokter umum masih belum merata di wilayah perdesaan. Dalam kondisi tertentu, satu pusat kesehatan masyarakat masih harus melayani beberapa desa sekaligus.
Menurut Anwar, pembiayaan pendidikan kedokteran perlu dipersiapkan sejak sekarang karena hasilnya baru dapat dirasakan dalam beberapa tahun mendatang. Ia memperkirakan lulusan dari program tersebut akan membantu memperkuat pelayanan kesehatan di daerah setelah menyelesaikan pendidikan dan tahapan profesinya.
Di sisi lain, Pemprov Sulteng menyebut pelaksanaan program pendidikan mulai menunjukkan dampak terhadap akses sekolah. Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido mengatakan angka anak putus sekolah pada jenjang TK hingga SMA turun sekitar 10 persen sepanjang Januari-September 2026 berdasarkan evaluasi pemerintah daerah.
Reny mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah atau terpaksa berhenti sekolah. Mereka kemudian diupayakan kembali mengikuti pendidikan melalui berbagai program yang tersedia.
ANTARA melaporkan, total anggaran yang direalisasikan melalui program Berani Cerdas pada 2026 mencapai Rp355,261 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp260 miliar dialokasikan untuk beasiswa bagi sekitar 47 ribu mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah yang tersebar di 401 perguruan tinggi di Indonesia.
Dana lainnya digunakan untuk sejumlah kebutuhan pendidikan, antara lain Bantuan Operasional Sekolah Daerah, bantuan biaya SPP bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta, dukungan Uji Kompetensi Keahlian dan Praktik Kerja Industri bagi siswa SMK, beasiswa bagi siswa berprestasi, serta bantuan pendidikan untuk guru dan aparatur sipil negara.
Pemprov juga mengalokasikan dukungan bagi peningkatan sarana pendidikan berbasis digital di SMA dan SMK serta bantuan seragam sekolah. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa target satu rumah satu sarjana tidak hanya diarahkan pada bantuan pendidikan tinggi, tetapi juga dibangun melalui penguatan akses pendidikan sejak jenjang dasar hingga menengah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu menjangkau keluarga di wilayah kepulauan maupun daerah terpencil. Jika berjalan konsisten, target peningkatan jumlah sarjana dan dokter di desa diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan publik sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Sulawesi Tengah.
Sumber: IDN Times Sulsel — Sumber asli
