BMKG memasukkan Sulawesi Tengah dalam daftar wilayah berstatus waspada potensi hujan sedang hingga lebat pada Minggu, 20 September 2026.
PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sulawesi Tengah dalam status waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat pada Minggu, 20 September 2026. Peringatan ini tercantum dalam informasi potensi cuaca ekstrem tiga harian yang diterbitkan BMKG.
Dalam pembaruan tersebut, Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 20 September. Status waspada berarti hujan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan dapat memicu dampak turunan, seperti genangan, luapan sungai, jalan licin, serta gangguan jarak pandang bagi pengguna kendaraan.
BMKG tidak menyatakan bahwa hujan akan terjadi secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Potensi cuaca di setiap kabupaten dan kota dapat berbeda, bergantung pada pertumbuhan awan, kondisi angin, kelembapan udara, serta dinamika atmosfer yang berlangsung sepanjang hari.
Peringatan tersebut perlu menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sulawesi Tengah sebelumnya masih menghadapi kondisi kering. Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 15–21 September 2026, BMKG menyebut atmosfer kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Namun, peluang hujan tetap terbuka di Sulawesi bagian tengah akibat adanya dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan hujan yang turun di sekitar tempat tinggal. Hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu dapat meningkatkan debit sungai dan menimbulkan genangan di wilayah yang lebih rendah. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng, kawasan rawan longsor, dan daerah dengan drainase terbatas diminta meningkatkan kewaspadaan.
Bagi pengendara, hujan deras dapat menurunkan jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin. Pengguna kendaraan disarankan mengurangi kecepatan, menyalakan lampu, menjaga jarak aman, serta menghindari memaksakan perjalanan ketika jarak pandang terganggu. Pengendara sepeda motor juga perlu mewaspadai pohon tumbang, material longsor, dan genangan yang menutup permukaan jalan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga perlu mencermati informasi maritim apabila kondisi angin dan gelombang ikut memburuk saat hujan berlangsung.
BMKG mengimbau masyarakat mengakses informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG karena prakiraan dan peringatan dini dapat diperbarui sesuai perkembangan atmosfer. Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, dan pengelola fasilitas publik di Sulawesi Tengah diharapkan memastikan saluran air tetap berfungsi serta menyiapkan langkah antisipasi di titik-titik yang sebelumnya pernah terdampak genangan atau longsor.
Peringatan ini berlaku untuk Minggu, 20 September 2026. Warga tetap diminta mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan pemerintah setempat, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang atau petir.
Dalam pembaruan tersebut, Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 20 September. Status waspada berarti hujan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan dapat memicu dampak turunan, seperti genangan, luapan sungai, jalan licin, serta gangguan jarak pandang bagi pengguna kendaraan.
BMKG tidak menyatakan bahwa hujan akan terjadi secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Potensi cuaca di setiap kabupaten dan kota dapat berbeda, bergantung pada pertumbuhan awan, kondisi angin, kelembapan udara, serta dinamika atmosfer yang berlangsung sepanjang hari.
Peringatan tersebut perlu menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sulawesi Tengah sebelumnya masih menghadapi kondisi kering. Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 15–21 September 2026, BMKG menyebut atmosfer kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Namun, peluang hujan tetap terbuka di Sulawesi bagian tengah akibat adanya dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan hujan yang turun di sekitar tempat tinggal. Hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu dapat meningkatkan debit sungai dan menimbulkan genangan di wilayah yang lebih rendah. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng, kawasan rawan longsor, dan daerah dengan drainase terbatas diminta meningkatkan kewaspadaan.
Bagi pengendara, hujan deras dapat menurunkan jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin. Pengguna kendaraan disarankan mengurangi kecepatan, menyalakan lampu, menjaga jarak aman, serta menghindari memaksakan perjalanan ketika jarak pandang terganggu. Pengendara sepeda motor juga perlu mewaspadai pohon tumbang, material longsor, dan genangan yang menutup permukaan jalan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga perlu mencermati informasi maritim apabila kondisi angin dan gelombang ikut memburuk saat hujan berlangsung.
BMKG mengimbau masyarakat mengakses informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG karena prakiraan dan peringatan dini dapat diperbarui sesuai perkembangan atmosfer. Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, dan pengelola fasilitas publik di Sulawesi Tengah diharapkan memastikan saluran air tetap berfungsi serta menyiapkan langkah antisipasi di titik-titik yang sebelumnya pernah terdampak genangan atau longsor.
Peringatan ini berlaku untuk Minggu, 20 September 2026. Warga tetap diminta mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan pemerintah setempat, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang atau petir.
Sumber: BMKG — Sumber asli
