TOLI-TOLI – Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir utara Toli-toli diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau banjir rob pada 28-30 September 2026.

Wilayah tersebut masuk dalam daftar daerah yang berpotensi terdampak pasang air laut lebih tinggi dari biasanya berdasarkan pemantauan dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi itu disampaikan dalam peringatan potensi banjir pesisir yang berlaku di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026.

Banjir rob merupakan genangan yang terjadi ketika air laut pasang memasuki kawasan daratan rendah di sekitar pantai. Dampaknya dapat dirasakan pada permukiman pesisir, jalan di dekat pantai, kawasan pelabuhan, tempat pelelangan ikan, serta lokasi usaha masyarakat yang berada di dataran rendah.

Dalam informasi BMKG yang dikutip sejumlah media, pesisir Sulawesi Tengah, khususnya pesisir utara Toli-toli, berpotensi mengalami banjir rob selama tiga hari, yakni Senin, 28 September hingga Rabu, 30 September 2026. Periode tersebut bertepatan dengan kondisi pasang maksimum yang dipengaruhi fase bulan purnama pada akhir September.

Potensi rob tidak berarti seluruh wilayah Toli-toli pasti akan terendam. Dampak di lapangan dapat berbeda-beda, bergantung pada ketinggian pasang, kondisi garis pantai, elevasi permukiman, sistem drainase, cuaca, serta kondisi gelombang dan angin di perairan sekitar.

Karena itu, warga yang berada di kawasan pesisir disarankan memantau informasi resmi BMKG dan perkembangan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga perlu mengamankan barang penting, dokumen, peralatan elektronik, dan kendaraan dari lokasi yang berpotensi tergenang.

Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut. Pasang tinggi yang berlangsung bersamaan dengan gelombang atau angin kencang dapat meningkatkan risiko terhadap aktivitas di sekitar pantai dan pelabuhan.

Pemerintah desa dan kelurahan di wilayah pesisir juga perlu memastikan jalur evakuasi, akses komunikasi, serta kesiapan petugas apabila genangan mengganggu aktivitas warga. Saluran air dan pintu-pintu drainase yang tersumbat sebaiknya diperiksa untuk mengurangi kemungkinan genangan bertahan lebih lama.

Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai ketinggian air maupun wilayah terdampak. Informasi terbaru sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, pemerintah daerah, BPBD, atau aparat setempat.

Peringatan ini bersifat antisipatif. Hingga informasi tersebut diterbitkan, belum ada laporan yang menjadi dasar untuk menyatakan bahwa banjir rob telah melanda pesisir utara Toli-toli. Warga tetap diminta waspada, terutama pada waktu-waktu pasang maksimum dan ketika kondisi cuaca memburuk.