PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah laut di sekitar Pulau Puah, Sulawesi Tengah, pada Senin, 21 September 2026. Gempa terjadi pukul 15.31 Wita dan dirasakan cukup kuat oleh warga di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 26 kilometer barat daya Pulau Puah. Gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 0,70 derajat Lintang Selatan dan 122,45 derajat Bujur Timur.

BMKG mencatat guncangan dirasakan dengan intensitas IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI) di Luwuk. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh hampir seluruh penduduk. Sejumlah benda di dalam rumah juga berpotensi bergoyang atau berpindah, terutama jika kondisi bangunan dan perabot tidak stabil.

Selain di Luwuk, getaran gempa juga dilaporkan terasa dengan intensitas II hingga III MMI di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Intensitas II hingga III umumnya ditandai dengan getaran yang terasa nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika kendaraan berat melintas.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil analisis lembaga itu menunjukkan gempa merupakan gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif. Mekanisme sumbernya berupa pergerakan mendatar atau strike slip.

Dalam pemantauan hingga pukul 14.50 WIB atau 15.50 Wita, BMKG mencatat satu gempa susulan dengan magnitudo 4,1. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, tetapi tidak perlu panik dan sebaiknya tidak mempercayai informasi yang belum berasal dari kanal resmi.

BMKG mengimbau warga menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan. Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi rumah secara hati-hati, terutama bagian dinding, tiang, plafon, serta instalasi listrik dan gas sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Gempa yang berpusat di sekitar perairan Sulawesi Tengah ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan untuk memahami jalur evakuasi serta menyiapkan perlengkapan darurat. Warga dapat mengikuti pembaruan parameter gempa dan informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG. ([bmkg.go.id](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/20260921143335?utm_source=openai))