Gempa bumi magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Donggala pada Jumat pagi. Getaran dirasakan warga di Donggala, Palu, dan Sigi.
DONGGALA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 11 September 2026 pagi. Guncangan tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.53.46 WIB atau 08.53.46 WITA. Pusat gempa berada di darat, sekitar 40 kilometer sebelah utara Donggala, dengan koordinat 0,32 derajat Lintang Selatan dan 119,82 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. BMKG mencatat intensitas guncangan mencapai III-IV MMI di Donggala, sedangkan di Palu dan Sigi dirasakan pada skala II-III MMI. Pada skala tersebut, getaran umumnya dapat dirasakan oleh sejumlah orang di dalam rumah dan benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang. ([bmkg.go.id](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-dirasakan?utm_source=openai))
Laporan BMKG menunjukkan gempa berpusat di wilayah daratan. Informasi ini berbeda dengan gempa yang berpusat di laut dan berpotensi menimbulkan gangguan di wilayah pesisir. Dalam laman informasi gempa dirasakan, BMKG juga mencantumkan keterangan bahwa belum ada peringatan dini terkait kejadian tersebut. ([bbmkg5.bmkg.go.id](https://bbmkg5.bmkg.go.id/gempas/Halaman/gempa-dirasakan?utm_source=openai))
ANTARA melaporkan guncangan tidak hanya terasa di Kabupaten Donggala, tetapi juga sampai ke Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Wilayah-wilayah tersebut memang berada dalam kawasan yang berdekatan dengan sumber-sumber aktivitas tektonik di Sulawesi Tengah, sehingga gempa dangkal di sekitar Donggala dapat dirasakan di beberapa daerah sekitar. ([makassar.antaranews.com](https://makassar.antaranews.com/berita/637856/pagi-ini-donggala-diguncang-gempa?utm_source=openai))
Hingga berita ini disusun pada Jumat siang, informasi yang telah terverifikasi baru mencakup parameter gempa dan wilayah yang merasakan getaran. Belum ada keterangan resmi yang disampaikan dalam sumber utama yang ditinjau mengenai adanya korban, kerusakan bangunan, atau gangguan terhadap layanan publik akibat gempa tersebut.
Warga di Donggala, Palu, dan Sigi diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Masyarakat juga dapat memeriksa kondisi bangunan secara hati-hati, terutama apabila menemukan retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi mengenai gempa maupun isu bencana lanjutan. Informasi terkait magnitudo, lokasi pusat gempa, kedalaman, serta perkembangan dampak sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG, BPBD, dan pemerintah setempat.
Gempa pagi ini terjadi dua hari setelah BMKG mencatat gempa lain di sekitar Donggala. Pada Rabu, 9 September 2026 malam, gempa magnitudo 3,5 dengan kedalaman lima kilometer berpusat sekitar 21 kilometer sebelah utara Donggala dan dirasakan pada skala II-III di wilayah tersebut. Data itu menunjukkan kawasan Donggala masih mengalami aktivitas kegempaan, meski setiap kejadian memiliki parameter dan dampak yang berbeda. ([bmkg.go.id](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-dirasakan?utm_source=openai))
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.53.46 WIB atau 08.53.46 WITA. Pusat gempa berada di darat, sekitar 40 kilometer sebelah utara Donggala, dengan koordinat 0,32 derajat Lintang Selatan dan 119,82 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. BMKG mencatat intensitas guncangan mencapai III-IV MMI di Donggala, sedangkan di Palu dan Sigi dirasakan pada skala II-III MMI. Pada skala tersebut, getaran umumnya dapat dirasakan oleh sejumlah orang di dalam rumah dan benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang. ([bmkg.go.id](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-dirasakan?utm_source=openai))
Laporan BMKG menunjukkan gempa berpusat di wilayah daratan. Informasi ini berbeda dengan gempa yang berpusat di laut dan berpotensi menimbulkan gangguan di wilayah pesisir. Dalam laman informasi gempa dirasakan, BMKG juga mencantumkan keterangan bahwa belum ada peringatan dini terkait kejadian tersebut. ([bbmkg5.bmkg.go.id](https://bbmkg5.bmkg.go.id/gempas/Halaman/gempa-dirasakan?utm_source=openai))
ANTARA melaporkan guncangan tidak hanya terasa di Kabupaten Donggala, tetapi juga sampai ke Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Wilayah-wilayah tersebut memang berada dalam kawasan yang berdekatan dengan sumber-sumber aktivitas tektonik di Sulawesi Tengah, sehingga gempa dangkal di sekitar Donggala dapat dirasakan di beberapa daerah sekitar. ([makassar.antaranews.com](https://makassar.antaranews.com/berita/637856/pagi-ini-donggala-diguncang-gempa?utm_source=openai))
Hingga berita ini disusun pada Jumat siang, informasi yang telah terverifikasi baru mencakup parameter gempa dan wilayah yang merasakan getaran. Belum ada keterangan resmi yang disampaikan dalam sumber utama yang ditinjau mengenai adanya korban, kerusakan bangunan, atau gangguan terhadap layanan publik akibat gempa tersebut.
Warga di Donggala, Palu, dan Sigi diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Masyarakat juga dapat memeriksa kondisi bangunan secara hati-hati, terutama apabila menemukan retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi mengenai gempa maupun isu bencana lanjutan. Informasi terkait magnitudo, lokasi pusat gempa, kedalaman, serta perkembangan dampak sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG, BPBD, dan pemerintah setempat.
Gempa pagi ini terjadi dua hari setelah BMKG mencatat gempa lain di sekitar Donggala. Pada Rabu, 9 September 2026 malam, gempa magnitudo 3,5 dengan kedalaman lima kilometer berpusat sekitar 21 kilometer sebelah utara Donggala dan dirasakan pada skala II-III di wilayah tersebut. Data itu menunjukkan kawasan Donggala masih mengalami aktivitas kegempaan, meski setiap kejadian memiliki parameter dan dampak yang berbeda. ([bmkg.go.id](https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-dirasakan?utm_source=openai))
Sumber: ANTARA News Sulteng — Sumber asli
