TOJO UNA-UNA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Gandalari, Desa Korondoda, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Meski api telah dikendalikan, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto mengatakan kondisi di lokasi kebakaran saat ini aman dan terkendali. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 17 September 2026, setelah proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah unsur.

Kebakaran pertama kali diketahui warga pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 20.00 WITA. Warga melihat kepulan asap dan kobaran api dari kawasan lahan serta hutan di Dusun Gandalari. Api kemudian merambat ke vegetasi dan semak belukar yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Sulawesi Tengah, area hutan dan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Luasan tersebut masih berupa estimasi penanganan lapangan dan tidak seluruhnya merupakan kawasan perkebunan atau permukiman warga.

Upaya pemadaman melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, aparat setempat, serta masyarakat. Petugas mengerahkan suplai air ke lokasi dan melakukan pemadaman secara bertahap. Penanganan sempat menghadapi kendala karena tiupan angin kencang membuat api membesar dan berpotensi bergerak ke area lain.

Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas menggunakan mobil tangki BPBD serta tangki punggung. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk menjangkau bagian lahan yang sulit ditangani dengan suplai air biasa, terutama pada area yang memiliki vegetasi kering dan medan yang tidak mudah dilalui kendaraan.

Selain memadamkan kobaran utama, tim gabungan juga melakukan pengecekan di wilayah perbatasan Desa Korondoda dan Desa Lemoro. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih aktif dan dapat kembali membesar apabila tertiup angin.

BPBD mengingatkan bahwa kondisi lahan kering selama musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepulan asap atau titik api kepada aparat desa dan petugas terkait.

Asbudianto juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Menurutnya, laporan warga menjadi bagian penting dalam mendeteksi kebakaran sejak awal, terutama untuk lokasi yang jauh dari akses kendaraan dan sumber air.

Pemantauan di sekitar Korondoda dan Lemoro akan terus dilakukan setelah api dinyatakan padam. Langkah tersebut diperlukan karena sisa bara di dalam semak atau tumpukan vegetasi kering berpotensi menyala kembali. Petugas juga diminta mengutamakan keselamatan selama proses pemeriksaan dan penanganan di lapangan.