Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tojo, Tojo Una-Una, meluas dari Korondoda ke Buyuntaripa dan berdampak pada sekitar 60 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, meluas hingga Desa Buyuntaripa. Api yang sebelumnya muncul di wilayah Desa Korondoda dilaporkan merambat ke kawasan hutan dan perkebunan warga pada Selasa, 15 September 2026.
Laporan Polres Tojo Una-Una menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 WITA setelah aparat desa menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas Desa Buyuntaripa. Personel Polsek Tojo kemudian mendatangi lokasi untuk membantu warga memadamkan api dan mencegah kobaran mendekati permukiman.
Kapolsek Tojo Iptu I Gusti Lanang Mardika mengatakan, karhutla di Buyuntaripa merupakan rambatan api dari wilayah Korondoda. Api menjalar ke kawasan hutan serta lahan perkebunan milik masyarakat. Pemadaman dilakukan bersama warga dari Buyuntaripa, Korondoda, Tayawa, dan Lemoro.
Upaya pengendalian tidak berlangsung mudah. Sejumlah titik api berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan sulit dijangkau. Keterbatasan sumber air, kobaran yang cukup besar, serta tiupan angin kencang turut menghambat proses pemadaman.
Hingga pemantauan pada Rabu, 16 September 2026, sekitar 95 persen wilayah Desa Buyuntaripa dilaporkan telah aman dari kobaran api. Meski demikian, masih terdapat titik api di kawasan hutan yang berpotensi bergerak kembali ke arah Korondoda. Petugas dan warga terus melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak mendekati permukiman maupun lahan produktif masyarakat.
Luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 60 hektare. Area tersebut terdiri atas 24 hektare hutan, 10 hektare lahan tidur, dan 26 hektare perkebunan warga. Sejumlah tanaman yang terdampak antara lain kemiri, alpukat, kakao, kelapa, dan mangga.
Polsek Tojo mengingatkan warga di sekitar lokasi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi lahan masih kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kemunculan asap atau titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
Peringatan tersebut sejalan dengan prakiraan BMKG untuk periode 15-17 September 2026 yang menyebut sebagian wilayah Sulawesi Tengah perlu mewaspadai kondisi atmosfer kering, curah hujan rendah, serta potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini membuat bara yang tersisa lebih mudah kembali menyala apabila tidak dipantau secara berkala.
Petugas gabungan masih memprioritaskan pengamanan kawasan yang berbatasan dengan permukiman dan perkebunan. Selain pemadaman langsung, pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan api ke desa-desa sekitar. Sampai laporan terakhir yang tersedia pada Rabu, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat karhutla tersebut.
Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera menghubungi aparat apabila melihat kepulan asap. Pencegahan dari masyarakat dinilai penting karena sebagian lokasi kebakaran berada di area berbukit yang menyulitkan mobil pemadam dan suplai air menjangkau titik api. ([polrestouna.com](https://polrestouna.com/2026/09/16/karhutla-60-hektare-di-buyuntaripa-polsek-tojo-bersama-warga-lakukan-pemadaman/?utm_source=openai))
Laporan Polres Tojo Una-Una menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 WITA setelah aparat desa menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas Desa Buyuntaripa. Personel Polsek Tojo kemudian mendatangi lokasi untuk membantu warga memadamkan api dan mencegah kobaran mendekati permukiman.
Kapolsek Tojo Iptu I Gusti Lanang Mardika mengatakan, karhutla di Buyuntaripa merupakan rambatan api dari wilayah Korondoda. Api menjalar ke kawasan hutan serta lahan perkebunan milik masyarakat. Pemadaman dilakukan bersama warga dari Buyuntaripa, Korondoda, Tayawa, dan Lemoro.
Upaya pengendalian tidak berlangsung mudah. Sejumlah titik api berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan sulit dijangkau. Keterbatasan sumber air, kobaran yang cukup besar, serta tiupan angin kencang turut menghambat proses pemadaman.
Hingga pemantauan pada Rabu, 16 September 2026, sekitar 95 persen wilayah Desa Buyuntaripa dilaporkan telah aman dari kobaran api. Meski demikian, masih terdapat titik api di kawasan hutan yang berpotensi bergerak kembali ke arah Korondoda. Petugas dan warga terus melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak mendekati permukiman maupun lahan produktif masyarakat.
Luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 60 hektare. Area tersebut terdiri atas 24 hektare hutan, 10 hektare lahan tidur, dan 26 hektare perkebunan warga. Sejumlah tanaman yang terdampak antara lain kemiri, alpukat, kakao, kelapa, dan mangga.
Polsek Tojo mengingatkan warga di sekitar lokasi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi lahan masih kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kemunculan asap atau titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
Peringatan tersebut sejalan dengan prakiraan BMKG untuk periode 15-17 September 2026 yang menyebut sebagian wilayah Sulawesi Tengah perlu mewaspadai kondisi atmosfer kering, curah hujan rendah, serta potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini membuat bara yang tersisa lebih mudah kembali menyala apabila tidak dipantau secara berkala.
Petugas gabungan masih memprioritaskan pengamanan kawasan yang berbatasan dengan permukiman dan perkebunan. Selain pemadaman langsung, pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan api ke desa-desa sekitar. Sampai laporan terakhir yang tersedia pada Rabu, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat karhutla tersebut.
Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera menghubungi aparat apabila melihat kepulan asap. Pencegahan dari masyarakat dinilai penting karena sebagian lokasi kebakaran berada di area berbukit yang menyulitkan mobil pemadam dan suplai air menjangkau titik api. ([polrestouna.com](https://polrestouna.com/2026/09/16/karhutla-60-hektare-di-buyuntaripa-polsek-tojo-bersama-warga-lakukan-pemadaman/?utm_source=openai))
Sumber: Polres Tojo Una-Una — Sumber asli
