Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyalurkan 8.000 liter air bersih setiap hari kepada warga Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano Lambunu, yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan menggunakan satu unit mobil tangki yang disiagakan di posko darurat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392312/parigi-moutong-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan))

Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan, pasokan air tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga warga. Kondisi itu diperlukan karena sumber air dangkal di wilayah tersebut mulai tidak mampu mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

“Situasi darurat saat ini langkah yang bisa dilakukan mensuplai kebutuhan masyarakat,” kata Rivai, sebagaimana dikutip ANTARA, Senin, 7 September 2026. Pemerintah daerah juga sedang meminta bantuan mesin pompa air untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392312/parigi-moutong-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan))

Desa Bolano Barat menjadi salah satu wilayah yang merasakan langsung dampak berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau. Distribusi melalui mobil tangki dilakukan setiap hari dengan harapan volume pasokan dapat mencukupi kebutuhan dasar warga selama kondisi darurat berlangsung.

Selain Bolano Barat, Pemkab Parigi Moutong menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di delapan kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong.

BPBD Parigi Moutong menyebut penanganan dilakukan secara lintas sektor. Unsur yang dilibatkan antara lain petugas pemadam kebakaran, TNI dan Polri, Taruna Siaga Bencana, pemerintah kecamatan dan desa, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana.

Kesiapsiagaan itu tidak hanya diarahkan untuk menjamin pasokan air, tetapi juga mencegah kebakaran meluas. BPBD mencatat kebakaran telah terjadi di Desa Santigi dan wilayah Bolano Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu. Kondisi lahan yang kering membuat potensi api menyebar menjadi perhatian pemerintah daerah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang dikutip dalam laporan tersebut, sekitar 86 persen wilayah Sulawesi Tengah telah memasuki musim kemarau. September 2026 diperkirakan menjadi periode puncak kemarau dengan pengaruh kuat fenomena El Nino, sehingga risiko kekeringan dan karhutla meningkat di sejumlah daerah. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392312/parigi-moutong-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan))

Pemkab Parigi Moutong mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana dan segera melaporkan apabila terjadi kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah juga mendorong agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

Penyaluran air bersih akan menjadi langkah sementara sampai tersedia dukungan tambahan berupa pompa atau sumber air alternatif. Pemerintah daerah masih memantau kebutuhan warga dan kondisi wilayah terdampak untuk menentukan langkah berikutnya.

Bagi masyarakat, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda, terutama untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga. Karena itu, distribusi harian diharapkan dapat membantu warga Bolano Barat melewati puncak musim kemarau sambil menunggu penanganan jangka menengah dari pemerintah.