Palu – Kontingen Sulawesi Tengah akan mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara atau PPSN VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kontingen tersebut dilepas oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah Junaidin di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Kamis, 24 September 2026.

Dalam pelepasan itu, Junaidin meminta para peserta tidak hanya mengejar prestasi selama kegiatan, tetapi juga membawa semangat kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut sejalan dengan tema PPSN VI, yakni “Pramuka Santri Nusantara: Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan dan Berdaya Saing Global”.

Menurut Junaidin, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan dapat ditempatkan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, para santri diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Ia juga mendorong kontingen Sulteng memanfaatkan PPSN sebagai ruang untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah. Selain memperluas persaudaraan, pertemuan tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi para santri dalam lingkungan yang lebih beragam.

Kontingen Sulteng berjumlah 46 orang, termasuk peserta, pendamping, dan unsur pendukung lainnya. Mereka berasal dari Pondok Pesantren Modern Al Istiqamah Ngatabaru, Kabupaten Sigi, serta Pondok Pesantren As’adiyah Tolai, Kabupaten Parigi Moutong.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Sulteng sekaligus Ketua Panitia, Ihsan, menyampaikan bahwa pelaksanaan dan pemberangkatan kontingen didukung melalui anggaran mandiri. Kontingen tersebut dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian PPSN VI yang berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026.

PPSN VI menjadi salah satu agenda nasional yang mempertemukan pramuka santri dari berbagai provinsi. Berdasarkan informasi Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, jumlah peserta yang telah terdata dalam proses verifikasi nasional telah menembus lebih dari seribu orang. Data tersebut masih dapat berubah karena proses pendaftaran dan pemutakhiran kontingen berlangsung hingga mendekati pelaksanaan kegiatan.

Selain menjadi ajang perkemahan, PPSN VI dirancang sebagai ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, keterampilan, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Para peserta juga akan berinteraksi dengan santri dari berbagai daerah, sehingga kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antarpesantren.

Junaidin berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga nama baik Sulawesi Tengah dan pesantren asal masing-masing. Ia juga meminta peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, serta menjadikan pengalaman selama PPSN sebagai bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Keikutsertaan kontingen Sulteng dalam PPSN VI juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga mampu menunjukkan karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.