Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, meraih penghargaan Terbaik II kategori Akses Terhadap Layanan Pendidikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, pada Jumat, 18 September 2026. Capaian ini menempatkan Morowali Utara sebagai salah satu daerah dengan kinerja menonjol dalam penyediaan akses pendidikan di kawasan Sulawesi.

Dalam kategori tingkat kabupaten, penghargaan Terbaik I diraih Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Morowali Utara berada di posisi kedua, sedangkan Kabupaten Sinjai, juga dari Sulawesi Selatan, meraih posisi ketiga. Informasi mengenai daftar pemenang tersebut disampaikan dalam laporan detikcom mengenai ajang apresiasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri. ([news.detik.com](https://news.detik.com/berita/d-8669352/mendagri-ucapkan-selamat-ke-daerah-peraih-pemerintah-daerah-berprestasi-2026?utm_source=openai))

Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi. Atas capaian itu, pemerintah daerah memperoleh dukungan insentif sebesar Rp1,5 miliar. Besaran insentif tersebut dilaporkan Media Suara Palu dalam pemberitaan mengenai hasil penghargaan pendidikan tingkat regional Sulawesi. ([mediasuarapalu.id](https://mediasuarapalu.id/morut-raih-rp15-miliar-dari-apresiasi-pendidikan/?utm_source=openai))

Selain kategori layanan pendidikan, ajang tersebut juga memberikan penghargaan untuk sejumlah bidang lain, seperti akses dan kualitas layanan kesehatan, implementasi Program 3 Juta Rumah, serta pengelolaan sampah dan lingkungan asri. Pada tingkat provinsi, Sulawesi Tengah tercatat meraih posisi Terbaik II dalam kategori Akses Terhadap Layanan Pendidikan, di bawah Sulawesi Utara.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan apresiasi tersebut diharapkan mendorong pemerintah daerah mempertahankan capaian sekaligus meningkatkan inovasi pelayanan publik. Daerah yang belum memperoleh penghargaan juga diharapkan menjadikan hasil penilaian sebagai motivasi untuk memperbaiki kinerja.

Bagi Morowali Utara, penghargaan ini menjadi catatan penting di tengah tantangan pemerataan layanan pendidikan. Dokumen perencanaan daerah sebelumnya masih mencatat sejumlah persoalan, di antaranya keterbatasan sarana pendidikan, belum meratanya layanan pendidikan nonformal, serta kebutuhan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan dasar. Karena itu, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol capaian, tetapi juga tantangan agar perbaikan layanan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dukungan insentif yang diterima pemerintah daerah dapat menjadi tambahan sumber daya untuk memperkuat program pendidikan, selama diarahkan sesuai ketentuan dan kebutuhan prioritas daerah. Penguatan akses sekolah, peningkatan fasilitas belajar, dukungan bagi tenaga pendidik, serta perluasan layanan pendidikan nonformal menjadi beberapa aspek yang penting untuk terus diperhatikan.

Pemerintah Kabupaten Morowali Utara diharapkan tidak berhenti pada capaian penghargaan. Evaluasi terhadap wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses perlu dilakukan secara berkala agar pembangunan pendidikan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu. Dengan begitu, penghargaan tingkat regional tersebut dapat diikuti peningkatan layanan yang nyata bagi siswa, keluarga, dan masyarakat di seluruh wilayah Morowali Utara.