Suardi, nelayan berusia 51 tahun, ditemukan selamat oleh tim SAR setelah perahunya mengalami mati mesin di perairan Bungku Tengah.
MOROWALI – Seorang nelayan asal Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, ditemukan selamat setelah perahu yang digunakannya mengalami mati mesin di perairan Bungku Tengah. Nelayan bernama Suardi, 51 tahun, itu sempat tidak diketahui keberadaannya setelah belum kembali ke darat hingga malam hari.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menerima laporan kejadian tersebut pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 06.00 WITA. Laporan disampaikan oleh Moh. Miftah yang merupakan keluarga korban. Sebelumnya, Suardi mengalami kendala saat dalam perjalanan pulang dari lokasi mancing atau rompong pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 15.00 WITA.
Menurut informasi yang dihimpun tim SAR, korban sempat berupaya menghubungi keluarganya setelah mesin perahu mati. Namun, hingga malam hari, Suardi belum juga tiba di rumah. Rekan korban, keluarga, dan aparat setempat kemudian melakukan pencarian awal di sekitar perairan Bungku Tengah, tetapi belum menemukan keberadaannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Morowali bersama unsur potensi SAR bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 07.15 WITA dan lebih dulu melakukan pengarahan sebelum melanjutkan penyisiran di wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi korban terombang-ambing.
Pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 08.40 WITA. Tim SAR menemukan Suardi dalam keadaan selamat, sekitar delapan mil laut dari lokasi awal kejadian. Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mencatat posisi penemuan korban berada pada koordinat 2°28'27.54" Lintang Selatan dan 122°9'25.33" Bujur Timur.
Setelah ditemukan, Suardi dievakuasi menuju Desa Bungku dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Tidak ada laporan mengenai kondisi medis serius yang dialami korban dalam proses evakuasi tersebut. Operasi SAR selanjutnya diusulkan ditutup pada pukul 09.10 WITA setelah korban dipastikan berada dalam keadaan selamat dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. ([palu.basarnas.go.id](https://palu.basarnas.go.id/berita/satu-nelayan-dievakuasi-selamat-setelah-perahu-mati-mesin-di-perairan-bungku-tengah))
Dalam operasi itu, Tim Rescue Pos SAR Morowali mendapat bantuan dari Dinas Perikanan Morowali, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP Morowali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Morowali, masyarakat, serta nelayan setempat. Keterlibatan warga dan nelayan menjadi bagian penting dalam memperluas pencarian di wilayah perairan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyampaikan rasa syukur karena korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Kantor SAR juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar memastikan kondisi perahu dan mesin sebelum berangkat. Nelayan diminta membawa perlengkapan keselamatan serta alat komunikasi untuk mengantisipasi keadaan darurat selama berada di perairan.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi gangguan teknis di laut. Mati mesin dapat membuat perahu cepat terbawa arus dan menyulitkan proses pencarian, terutama ketika posisi korban jauh dari garis pantai. Karena itu, pemeriksaan mesin, ketersediaan bahan bakar, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan perlu menjadi bagian dari persiapan setiap kali melaut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menerima laporan kejadian tersebut pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 06.00 WITA. Laporan disampaikan oleh Moh. Miftah yang merupakan keluarga korban. Sebelumnya, Suardi mengalami kendala saat dalam perjalanan pulang dari lokasi mancing atau rompong pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 15.00 WITA.
Menurut informasi yang dihimpun tim SAR, korban sempat berupaya menghubungi keluarganya setelah mesin perahu mati. Namun, hingga malam hari, Suardi belum juga tiba di rumah. Rekan korban, keluarga, dan aparat setempat kemudian melakukan pencarian awal di sekitar perairan Bungku Tengah, tetapi belum menemukan keberadaannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Morowali bersama unsur potensi SAR bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 07.15 WITA dan lebih dulu melakukan pengarahan sebelum melanjutkan penyisiran di wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi korban terombang-ambing.
Pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 08.40 WITA. Tim SAR menemukan Suardi dalam keadaan selamat, sekitar delapan mil laut dari lokasi awal kejadian. Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mencatat posisi penemuan korban berada pada koordinat 2°28'27.54" Lintang Selatan dan 122°9'25.33" Bujur Timur.
Setelah ditemukan, Suardi dievakuasi menuju Desa Bungku dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Tidak ada laporan mengenai kondisi medis serius yang dialami korban dalam proses evakuasi tersebut. Operasi SAR selanjutnya diusulkan ditutup pada pukul 09.10 WITA setelah korban dipastikan berada dalam keadaan selamat dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. ([palu.basarnas.go.id](https://palu.basarnas.go.id/berita/satu-nelayan-dievakuasi-selamat-setelah-perahu-mati-mesin-di-perairan-bungku-tengah))
Dalam operasi itu, Tim Rescue Pos SAR Morowali mendapat bantuan dari Dinas Perikanan Morowali, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP Morowali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Morowali, masyarakat, serta nelayan setempat. Keterlibatan warga dan nelayan menjadi bagian penting dalam memperluas pencarian di wilayah perairan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyampaikan rasa syukur karena korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Kantor SAR juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar memastikan kondisi perahu dan mesin sebelum berangkat. Nelayan diminta membawa perlengkapan keselamatan serta alat komunikasi untuk mengantisipasi keadaan darurat selama berada di perairan.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi gangguan teknis di laut. Mati mesin dapat membuat perahu cepat terbawa arus dan menyulitkan proses pencarian, terutama ketika posisi korban jauh dari garis pantai. Karena itu, pemeriksaan mesin, ketersediaan bahan bakar, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan perlu menjadi bagian dari persiapan setiap kali melaut.
Sumber: Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu — Sumber asli
