Pemerintah Kota Palu meraih enam penghargaan dalam Malam Penganugerahan Bago Nggabelo 2026 yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Palu, Jumat, 25 September 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah dan satuan pendidikan yang dinilai menunjukkan kinerja serta inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan sepanjang 2025 hingga 2026.

Enam penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Palu mencakup sejumlah aspek, mulai dari capaian akademik, pemenuhan layanan dasar pendidikan, penganggaran, pemanfaatan teknologi, hingga kemitraan. Palu tercatat sebagai daerah dengan publikasi program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terbanyak di media sosial.

Selain itu, Palu memperoleh penghargaan atas capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi tahun 2025. Penghargaan lain diberikan untuk persentase penganggaran bidang pendidikan tertinggi pada 2026, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan tertinggi tahun 2025, daerah teraktif dalam pemanfaatan digitalisasi pembelajaran, serta daerah dengan kemitraan terinovatif pada periode 2025–2026.

Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa. Aspek tata kelola, dukungan anggaran, pemanfaatan teknologi, keterbukaan informasi, dan kemampuan pemerintah daerah membangun kerja sama juga menjadi bagian penting dalam evaluasi pendidikan.

Bagi Kota Palu, capaian ini menjadi catatan atas berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, masyarakat, dan mitra pendidikan. Penguatan layanan pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada pelaksanaan program secara konsisten di tingkat satuan pendidikan.

Penghargaan di bidang digitalisasi pembelajaran, misalnya, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Teknologi dapat membantu sekolah mengakses bahan ajar, memperluas metode pembelajaran, serta mendukung pengelolaan informasi pendidikan. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan kesiapan guru, dukungan infrastruktur, dan pendampingan agar tidak berhenti pada penggunaan perangkat semata.

Sementara itu, penghargaan terkait capaian SPM Pendidikan dan penganggaran menjadi pengingat bahwa layanan pendidikan dasar harus terus dipenuhi secara merata. Ketersediaan ruang belajar, tenaga pendidik, sarana pendukung, dan akses bagi peserta didik merupakan bagian dari pekerjaan yang perlu dijaga kesinambungannya.

BPMP Sulawesi Tengah melalui ajang Bago Nggabelo 2026 mendorong pemerintah daerah untuk mempertahankan capaian sekaligus memperbaiki bagian yang masih perlu ditingkatkan. Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan.

Bagi Pemkot Palu, enam penghargaan itu menjadi dorongan untuk melanjutkan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah memastikan capaian yang dinilai dalam penghargaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk peserta didik di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan akses pembelajaran.

Dengan demikian, capaian dalam Bago Nggabelo 2026 tidak berhenti pada jumlah penghargaan yang diterima. Ukuran terpentingnya adalah kemampuan pemerintah daerah menerjemahkan pengakuan tersebut menjadi layanan pendidikan yang lebih baik, inklusif, adaptif, dan konsisten bagi warga Kota Palu.