Pemkot Palu menyiapkan pemanfaatan ruang di sekitar elevated road sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru bagi UMKM berbasis wisata.
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyiapkan pemanfaatan ruang di sekitar kawasan jalan layang atau elevated road sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat potensi wisata perkotaan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu Rahmad Mustafa mengatakan, rencana itu menjadi bagian dari program strategis pemerintah kota. Pengembangan kawasan akan mencakup wilayah yang berada di sekitar elevated road, termasuk Silae, Lere, Besusu, dan Talise yang dikenal dengan kawasan Silabeta.
Menurut Rahmad, pemerintah saat ini masih berada pada tahap koordinasi dan pematangan rencana. Pemkot Palu berkoordinasi dengan instansi vertikal, balai wilayah, serta organisasi perangkat daerah untuk menyiapkan konsep pengembangan kawasan secara menyeluruh, termasuk dukungan anggaran.
“Elevated road dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi merupakan program strategis dari Pemerintah Kota Palu,” kata Rahmad dalam keterangan yang dikutip pada Kamis, 17 September 2026.
Ruang di sekitar jalan layang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan ekonomi, terutama pengembangan UMKM yang terhubung dengan sektor pariwisata. Pemkot Palu ingin kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu mendorong aktivitas usaha dan kunjungan wisatawan.
Rencana ini sebelumnya telah melalui kajian awal. Pemerintah Kota Palu pada November dan Desember 2025 menggelar seminar studi kelayakan mengenai pengembangan elevated road untuk UMKM berbasis wisata. Kajian tersebut membahas sejumlah aspek, mulai dari kelayakan teknis dan ekonomi hingga dampak sosial, lingkungan, serta mitigasi bencana.
Pemkot menilai pengembangan kawasan perlu dirancang dengan memperhatikan karakter Kota Palu sebagai daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana. Karena itu, rencana pembangunan dan penataan fasilitas tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keselamatan, aksesibilitas, estetika kota, dan ketahanan infrastruktur.
Rahmad menyebut pengembangan kawasan ditargetkan mulai berjalan hingga 2027. Sementara itu, kawasan tersebut diharapkan mulai tumbuh dan dapat dimanfaatkan sesuai perencanaan strategis pada 2028 hingga 2029.
Meski demikian, pemerintah belum menyampaikan rincian mengenai bentuk fasilitas, jumlah lapak, jenis usaha, maupun mekanisme pengelolaan kawasan. Tahapan koordinasi dengan instansi terkait masih diperlukan sebelum rencana tersebut masuk ke tahap pelaksanaan.
Pengembangan elevated road sebagai kawasan UMKM dan wisata diharapkan dapat membuka ruang usaha baru bagi masyarakat Palu. Selain menyediakan tempat bagi pelaku usaha lokal, kawasan itu berpeluang menjadi ruang rekreasi perkotaan yang menggabungkan kegiatan ekonomi, kuliner, dan pemandangan Teluk Palu.
Pemkot Palu menegaskan, pelaksanaan rencana tersebut tetap akan disesuaikan dengan perencanaan tata ruang dan prinsip mitigasi bencana. Dengan demikian, pemanfaatan kawasan elevated road diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan kota.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu Rahmad Mustafa mengatakan, rencana itu menjadi bagian dari program strategis pemerintah kota. Pengembangan kawasan akan mencakup wilayah yang berada di sekitar elevated road, termasuk Silae, Lere, Besusu, dan Talise yang dikenal dengan kawasan Silabeta.
Menurut Rahmad, pemerintah saat ini masih berada pada tahap koordinasi dan pematangan rencana. Pemkot Palu berkoordinasi dengan instansi vertikal, balai wilayah, serta organisasi perangkat daerah untuk menyiapkan konsep pengembangan kawasan secara menyeluruh, termasuk dukungan anggaran.
“Elevated road dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi merupakan program strategis dari Pemerintah Kota Palu,” kata Rahmad dalam keterangan yang dikutip pada Kamis, 17 September 2026.
Ruang di sekitar jalan layang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan ekonomi, terutama pengembangan UMKM yang terhubung dengan sektor pariwisata. Pemkot Palu ingin kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu mendorong aktivitas usaha dan kunjungan wisatawan.
Rencana ini sebelumnya telah melalui kajian awal. Pemerintah Kota Palu pada November dan Desember 2025 menggelar seminar studi kelayakan mengenai pengembangan elevated road untuk UMKM berbasis wisata. Kajian tersebut membahas sejumlah aspek, mulai dari kelayakan teknis dan ekonomi hingga dampak sosial, lingkungan, serta mitigasi bencana.
Pemkot menilai pengembangan kawasan perlu dirancang dengan memperhatikan karakter Kota Palu sebagai daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana. Karena itu, rencana pembangunan dan penataan fasilitas tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keselamatan, aksesibilitas, estetika kota, dan ketahanan infrastruktur.
Rahmad menyebut pengembangan kawasan ditargetkan mulai berjalan hingga 2027. Sementara itu, kawasan tersebut diharapkan mulai tumbuh dan dapat dimanfaatkan sesuai perencanaan strategis pada 2028 hingga 2029.
Meski demikian, pemerintah belum menyampaikan rincian mengenai bentuk fasilitas, jumlah lapak, jenis usaha, maupun mekanisme pengelolaan kawasan. Tahapan koordinasi dengan instansi terkait masih diperlukan sebelum rencana tersebut masuk ke tahap pelaksanaan.
Pengembangan elevated road sebagai kawasan UMKM dan wisata diharapkan dapat membuka ruang usaha baru bagi masyarakat Palu. Selain menyediakan tempat bagi pelaku usaha lokal, kawasan itu berpeluang menjadi ruang rekreasi perkotaan yang menggabungkan kegiatan ekonomi, kuliner, dan pemandangan Teluk Palu.
Pemkot Palu menegaskan, pelaksanaan rencana tersebut tetap akan disesuaikan dengan perencanaan tata ruang dan prinsip mitigasi bencana. Dengan demikian, pemanfaatan kawasan elevated road diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan kota.
Sumber: ANTARA News Sulteng — Sumber asli
