Proyek pengendali banjir Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi diklaim rampung. Infrastruktur ini ditujukan untuk mengurangi risiko erosi dan banjir.
Proyek lanjutan pengendali banjir Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diklaim telah rampung seluruhnya pada September 2026. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperkuat bantaran sungai sekaligus mengurangi risiko erosi dan banjir yang dapat mengancam permukiman warga di sekitar aliran sungai.
Informasi mengenai penyelesaian pekerjaan itu disampaikan dalam laporan Tinombala.com, Minggu, 20 September 2026. Laporan tersebut mengutip Kepala Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Hariadi, yang menyatakan pekerjaan telah selesai secara keseluruhan.
Pekerjaan tahap lanjutan itu berada di wilayah Kabupaten Sigi dan dikerjakan oleh PT Bukaka Pasir Indah. Berdasarkan laporan tersebut, struktur pengaman dibangun sepanjang sekitar 570 meter. Konstruksi itu mencakup penguatan tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dan bagian lereng sekitar sembilan meter.
Material utama yang digunakan berupa batu untuk memperkuat struktur tebing serta membantu mengurangi daya rusak arus sungai. Pembangunan dilakukan setelah sebelumnya pekerjaan pengendali banjir di lokasi tersebut dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada 2026.
Laman resmi Balai Wilayah Sungai Sulawesi III juga mencatat adanya paket pekerjaan Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Gumbasa Kabupaten Sigi lanjutan pada tahun anggaran 2026. Dalam data tersebut, lokasi pekerjaan tercatat berada di Kabupaten Sigi dengan penyedia jasa PT Bukaka Pasir Indah.
Keberadaan proyek ini dinilai penting karena kawasan di sekitar Sungai Gumbasa bersinggungan dengan permukiman dan lahan pertanian warga. Ketika hujan deras terjadi di wilayah hulu, peningkatan debit sungai dapat memperbesar ancaman gerusan pada tebing dan meluapnya air ke area yang lebih rendah.
Selain mengancam rumah warga, banjir dan erosi juga dapat mengganggu lahan pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Sigi. Kerusakan bantaran sungai berpotensi memutus akses, mengurangi luas lahan produktif, serta meningkatkan biaya pemulihan apabila tidak ditangani sejak awal.
Dengan selesainya pekerjaan, struktur pengaman tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Gumbasa. Namun, keberadaan tanggul atau penguatan tebing tidak menghilangkan seluruh risiko bencana. Pemeliharaan bangunan, pengawasan terhadap perubahan alur sungai, serta kesiapsiagaan warga tetap diperlukan.
Pemerintah dan pengelola sungai juga perlu memastikan hasil pekerjaan tetap berfungsi sesuai perencanaan, terutama saat memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi. Pemeriksaan berkala dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kerusakan, penurunan struktur, atau titik baru yang rawan tergerus arus.
Di sisi lain, masyarakat di sekitar sungai diharapkan ikut menjaga kawasan bantaran dengan tidak membuang sampah ke aliran air dan tidak melakukan aktivitas yang dapat melemahkan tebing. Perlindungan terhadap sungai tidak hanya bergantung pada proyek fisik, tetapi juga pada pengelolaan kawasan dan kesiapan warga menghadapi potensi banjir.
Penyelesaian proyek pengendali banjir Sungai Gumbasa menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perlindungan bencana di Sigi. Efektivitasnya akan terlihat dari kemampuan bangunan tersebut menghadapi debit sungai dan menjaga kawasan permukiman serta lahan pertanian tetap aman dalam jangka panjang.
Informasi mengenai penyelesaian pekerjaan itu disampaikan dalam laporan Tinombala.com, Minggu, 20 September 2026. Laporan tersebut mengutip Kepala Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Hariadi, yang menyatakan pekerjaan telah selesai secara keseluruhan.
Pekerjaan tahap lanjutan itu berada di wilayah Kabupaten Sigi dan dikerjakan oleh PT Bukaka Pasir Indah. Berdasarkan laporan tersebut, struktur pengaman dibangun sepanjang sekitar 570 meter. Konstruksi itu mencakup penguatan tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dan bagian lereng sekitar sembilan meter.
Material utama yang digunakan berupa batu untuk memperkuat struktur tebing serta membantu mengurangi daya rusak arus sungai. Pembangunan dilakukan setelah sebelumnya pekerjaan pengendali banjir di lokasi tersebut dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada 2026.
Laman resmi Balai Wilayah Sungai Sulawesi III juga mencatat adanya paket pekerjaan Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Gumbasa Kabupaten Sigi lanjutan pada tahun anggaran 2026. Dalam data tersebut, lokasi pekerjaan tercatat berada di Kabupaten Sigi dengan penyedia jasa PT Bukaka Pasir Indah.
Keberadaan proyek ini dinilai penting karena kawasan di sekitar Sungai Gumbasa bersinggungan dengan permukiman dan lahan pertanian warga. Ketika hujan deras terjadi di wilayah hulu, peningkatan debit sungai dapat memperbesar ancaman gerusan pada tebing dan meluapnya air ke area yang lebih rendah.
Selain mengancam rumah warga, banjir dan erosi juga dapat mengganggu lahan pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Sigi. Kerusakan bantaran sungai berpotensi memutus akses, mengurangi luas lahan produktif, serta meningkatkan biaya pemulihan apabila tidak ditangani sejak awal.
Dengan selesainya pekerjaan, struktur pengaman tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Gumbasa. Namun, keberadaan tanggul atau penguatan tebing tidak menghilangkan seluruh risiko bencana. Pemeliharaan bangunan, pengawasan terhadap perubahan alur sungai, serta kesiapsiagaan warga tetap diperlukan.
Pemerintah dan pengelola sungai juga perlu memastikan hasil pekerjaan tetap berfungsi sesuai perencanaan, terutama saat memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi. Pemeriksaan berkala dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kerusakan, penurunan struktur, atau titik baru yang rawan tergerus arus.
Di sisi lain, masyarakat di sekitar sungai diharapkan ikut menjaga kawasan bantaran dengan tidak membuang sampah ke aliran air dan tidak melakukan aktivitas yang dapat melemahkan tebing. Perlindungan terhadap sungai tidak hanya bergantung pada proyek fisik, tetapi juga pada pengelolaan kawasan dan kesiapan warga menghadapi potensi banjir.
Penyelesaian proyek pengendali banjir Sungai Gumbasa menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perlindungan bencana di Sigi. Efektivitasnya akan terlihat dari kemampuan bangunan tersebut menghadapi debit sungai dan menjaga kawasan permukiman serta lahan pertanian tetap aman dalam jangka panjang.
Sumber: Tinombala.com — Sumber asli
