Polda Sulawesi Tengah memperkuat pemantauan dan pemadaman karhutla di Palu, Banggai, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong.
PALU – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Personel Satuan Brimob diterjunkan untuk membantu jajaran kepolisian resor bersama instansi terkait dalam memantau, memadamkan, dan mencegah meluasnya kebakaran.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Menurut dia, kebakaran dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Banggai, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kabupaten Parigi Moutong.
“Penanganan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Kami juga terus memantau titik-titik yang terindikasi mengalami kebakaran,” kata Achmad di Palu, Selasa, 8 September 2026.
Berdasarkan pemantauan hotspot di Sulawesi Tengah, tercatat 73 titik yang kemudian dilakukan verifikasi di lapangan. Dari jumlah tersebut, delapan titik dinyatakan sebagai titik api, sementara 65 titik lainnya tidak termasuk titik api setelah dilakukan pengecekan.
Polda menyebut kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan kontur curam sehingga tidak seluruhnya dapat dijangkau kendaraan pemadam. Petugas harus menyesuaikan peralatan dan metode pemadaman dengan kondisi setiap lokasi.
Selain memadamkan kobaran api, personel gabungan juga melakukan penyisiran dan pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering.
Asap tebal dari beberapa titik kebakaran juga sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Kondisi ini menambah risiko bagi pengendara, terutama pada ruas jalan yang berdekatan dengan kawasan perbukitan, perkebunan, atau lahan terbuka yang terbakar.
Laporan lapangan menunjukkan kebakaran lahan terjadi di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Palu, kebakaran lahan kosong di samping Huntap Tondo I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, pada Selasa berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan hingga sekitar pukul 14.22 Wita.
Kebakaran juga tercatat di sejumlah wilayah lain. Di Kabupaten Parigi Moutong, lahan perkebunan di Desa Baina’a Barat, Kecamatan Tinombo, terbakar sekitar 0,5 hektare pada Senin, 7 September 2026. Pada hari yang sama, kebakaran lahan terjadi di wilayah Balingara dan Bongkakoy, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan total area terdampak sekitar tujuh hektare berdasarkan laporan lapangan.
Di Kabupaten Banggai, kebakaran di kawasan Pegunungan Desa Tombang, Kecamatan Pagimana, dilaporkan menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Asap dari kebakaran tersebut sempat mengganggu jarak pandang pengendara di Jalan Trans Sulawesi.
Polda Sulteng mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi lahan masih kering. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran baru.
Aparat juga mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap dari kawasan hutan dan lahan. Pelaporan lebih awal dinilai penting agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api meluas ke permukiman, perkebunan, maupun akses jalan utama.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Menurut dia, kebakaran dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Banggai, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kabupaten Parigi Moutong.
“Penanganan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Kami juga terus memantau titik-titik yang terindikasi mengalami kebakaran,” kata Achmad di Palu, Selasa, 8 September 2026.
Berdasarkan pemantauan hotspot di Sulawesi Tengah, tercatat 73 titik yang kemudian dilakukan verifikasi di lapangan. Dari jumlah tersebut, delapan titik dinyatakan sebagai titik api, sementara 65 titik lainnya tidak termasuk titik api setelah dilakukan pengecekan.
Polda menyebut kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan kontur curam sehingga tidak seluruhnya dapat dijangkau kendaraan pemadam. Petugas harus menyesuaikan peralatan dan metode pemadaman dengan kondisi setiap lokasi.
Selain memadamkan kobaran api, personel gabungan juga melakukan penyisiran dan pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering.
Asap tebal dari beberapa titik kebakaran juga sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Kondisi ini menambah risiko bagi pengendara, terutama pada ruas jalan yang berdekatan dengan kawasan perbukitan, perkebunan, atau lahan terbuka yang terbakar.
Laporan lapangan menunjukkan kebakaran lahan terjadi di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Palu, kebakaran lahan kosong di samping Huntap Tondo I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, pada Selasa berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan hingga sekitar pukul 14.22 Wita.
Kebakaran juga tercatat di sejumlah wilayah lain. Di Kabupaten Parigi Moutong, lahan perkebunan di Desa Baina’a Barat, Kecamatan Tinombo, terbakar sekitar 0,5 hektare pada Senin, 7 September 2026. Pada hari yang sama, kebakaran lahan terjadi di wilayah Balingara dan Bongkakoy, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan total area terdampak sekitar tujuh hektare berdasarkan laporan lapangan.
Di Kabupaten Banggai, kebakaran di kawasan Pegunungan Desa Tombang, Kecamatan Pagimana, dilaporkan menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Asap dari kebakaran tersebut sempat mengganggu jarak pandang pengendara di Jalan Trans Sulawesi.
Polda Sulteng mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi lahan masih kering. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran baru.
Aparat juga mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap dari kawasan hutan dan lahan. Pelaporan lebih awal dinilai penting agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api meluas ke permukiman, perkebunan, maupun akses jalan utama.
Sumber: ANTARA News Sulteng — Sumber asli
