Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp351 miliar untuk menjalankan Program Berani Cerdas pada 2026. Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, mulai dari siswa sekolah menengah hingga mahasiswa dan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Firmanza mengatakan Program Berani Cerdas tidak hanya berfokus pada bantuan biaya kuliah, tetapi juga mencakup sejumlah kebutuhan pendidikan lainnya. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Komponen terbesar dalam program tersebut berada pada skema beasiswa mahasiswa dengan nilai anggaran sekitar Rp264 miliar. Pada 2025, program itu telah menjangkau 23.568 mahasiswa. Sementara pada 2026, jumlah pendaftar yang tercatat mencapai 27.344 orang.

Dengan pelaksanaan selama dua tahun, pemerintah daerah memproyeksikan jumlah penerima manfaat Program Berani Cerdas dapat mencapai sekitar 50 ribu mahasiswa. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengurangi beban orang tua dalam membiayai pendidikan tinggi anak-anak mereka.

Mulai 2026, cakupan program diperluas. Selain mahasiswa jenjang sarjana, pemerintah menyiapkan kuota untuk 100 mahasiswa program magister, 20 mahasiswa program doktor, serta 10 peserta pendidikan dokter spesialis. Pemprov Sulawesi Tengah juga membuka bantuan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang telah melewati semester delapan.

Perluasan penerima ini menjadi salah satu perubahan penting dalam pelaksanaan Program Berani Cerdas. Sebelumnya, bantuan lebih banyak menyasar mahasiswa program sarjana melalui pembiayaan uang kuliah tunggal atau UKT. Dengan adanya dukungan bagi jenjang pendidikan lanjutan, pemerintah berharap semakin banyak putra-putri daerah yang dapat meningkatkan kompetensi di bidang yang dibutuhkan pembangunan Sulawesi Tengah.

Selain beasiswa mahasiswa, anggaran Program Berani Cerdas mencakup subsidi biaya pendidikan bagi siswa SMA dan SMK dari keluarga pada kelompok ekonomi desil satu hingga desil lima. Pemprov juga menyiapkan sekitar Rp21,56 miliar untuk mendukung uji kompetensi dan praktik kerja industri bagi siswa SMK.

Dukungan bagi tenaga pendidik turut masuk dalam program tersebut. Sebanyak 99 guru disiapkan memperoleh beasiswa pendidikan magister melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka. Anggaran untuk komponen ini mencapai sekitar Rp2,48 miliar.

Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk membantu sekolah di wilayah terpencil. Salah satu bentuknya adalah penyediaan akses internet berbasis satelit dengan dukungan dana sekitar Rp430 juta. Bantuan seragam sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu juga disiapkan dengan anggaran sekitar Rp1,75 miliar.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang perlu dijamin secara berkelanjutan. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada satu periode pemerintahan, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin daerah berikutnya.

Menurut Anwar, tujuan utama Program Berani Cerdas adalah memastikan anak-anak Sulawesi Tengah memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Pemerintah daerah menilai investasi di sektor pendidikan baru akan terlihat dalam jangka panjang, sehingga keberlanjutan program menjadi faktor penting.

Pelaksanaan program tetap membutuhkan proses pendataan dan verifikasi agar bantuan tepat sasaran. Pemprov Sulawesi Tengah menyatakan program tersebut ditujukan untuk memperluas pemerataan pendidikan, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan biaya dan akses belajar.