Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Binuang, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Peristiwa yang dilaporkan terjadi sejak Jumat, 4 September 2026, itu berdampak pada sekitar 52 hektare area perkebunan dan hutan.

Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, luas tersebut terdiri atas sekitar 17 hektare perkebunan warga yang ditanami kelapa sawit dan kakao serta kurang lebih 35 hektare kawasan hutan. Data itu disampaikan dalam laporan penanganan bencana yang dikutip sejumlah media lokal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah. ([buol.pikiran-rakyat.com](https://buol.pikiran-rakyat.com/daerah/pr-34510433222/karhutla-kepung-buol-52-hektare-perkebunan-dan-hutan-di-binuang-terbakar?page=all&utm_source=openai))

Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah api meluas ke area perkebunan masyarakat. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Buol, Polres Buol, Polsek Bokat, Koramil Bokat, personel pendukung TNI, tim reaksi cepat BPBD, serta warga Desa Binuang.

Personel Satuan Samapta Polres Buol juga membantu proses pemadaman menggunakan kendaraan AWC dan kendaraan operasional untuk menyuplai air ke lokasi. Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam pada Jumat, mulai sekitar pukul 10.30 WITA hingga 20.00 WITA. Informasi mengenai keterlibatan personel kepolisian dan unsur gabungan tersebut dikonfirmasi melalui laporan ANTARA News Sulteng. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392188/polres-buol-bersama-unsur-gabungan-padamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan?utm_source=openai))

Penanganan kebakaran menghadapi kendala medan. Sejumlah titik api berada sekitar 200 meter dari tepi jalan sehingga sulit dijangkau kendaraan dan petugas. Karena itu, pemadaman difokuskan pada area yang dapat diakses, sementara petugas melakukan pembasahan di sekitar perkebunan warga untuk menghambat pergerakan api.

Hingga laporan penanganan pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar 17 hektare area disebut telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Kondisi lahan yang kering dan akses menuju lokasi menjadi tantangan dalam memastikan seluruh area benar-benar aman.

BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan peralatan pemadaman bergerak atau mobile untuk memperkuat penanganan di lokasi. Peralatan tersebut dinilai penting karena sebagian area kebakaran berada jauh dari akses jalan dan tidak mudah dijangkau kendaraan pemadam.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kebakaran tersebut. Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan pemadaman lanjutan dan pembasahan lahan guna mencegah api merembet ke kebun warga lainnya.

Sampai berita ini disusun, penyebab kebakaran belum disebutkan secara resmi. Aparat dan petugas penanggulangan bencana masih berfokus pada pemadaman, pendinginan, serta pemantauan di sekitar lokasi terdampak.

Kebakaran di Binuang menambah perhatian terhadap ancaman karhutla di wilayah Buol selama periode cuaca kering. Pemerintah daerah dan aparat sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat cepat meluas ketika kondisi vegetasi dan tanah mengering.