Pemprov Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan sarana perikanan dan menyiapkan 150 kapal motor untuk meningkatkan produksi serta kesejahteraan nelayan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat dukungan bagi nelayan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap. Selain bantuan untuk rumah tangga dan kelompok nelayan, pemerintah daerah juga menyiapkan 150 unit kapal motor berukuran 5 gross tonnage (GT) untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan serta Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Mohammad Syafar, mengatakan bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membantu masyarakat pesisir yang masih menghadapi keterbatasan sarana usaha.
Dalam dua tahun terakhir, DKP Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan sarana perikanan tangkap senilai Rp2,26 miliar kepada 51 rumah tangga. Program itu ditempatkan sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan, khususnya bagi keluarga yang menggantungkan pendapatan dari kegiatan melaut.
Dukungan juga diberikan kepada 114 kelompok nelayan dengan total anggaran sekitar Rp13,20 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap melalui penyediaan sarana produksi yang lebih memadai.
Selain kapal motor yang sedang disiapkan, Pemprov Sulawesi Tengah telah menyalurkan bantuan armada berupa 4.754 unit motor tempel dan 1.610 unit perahu tanpa motor. Bantuan itu tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Pemerintah berharap tambahan armada dan peralatan tersebut dapat memperluas jangkauan operasi nelayan, meningkatkan kemampuan melaut, serta mendorong kenaikan hasil tangkapan. Namun, peningkatan produksi tetap perlu diikuti pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya ikan agar kegiatan perikanan berlangsung secara berkelanjutan.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari program Berani Tangkap Banyak yang terintegrasi dalam program Berani Makmur. Sasarannya adalah kelompok nelayan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan sarana produksi.
Berdasarkan data resmi Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, produksi perikanan tangkap pada 2025 mencapai 328.393,08 ton. Angka itu meningkat sekitar 20,8 persen dibandingkan produksi pada 2024 yang tercatat 271.865,95 ton.
Kabupaten Donggala menjadi daerah dengan produksi perikanan tangkap tertinggi pada 2025, yakni 80.180,70 ton. Setelah itu, produksi terbesar berasal dari Kabupaten Morowali sebanyak 40.225,30 ton, Banggai Laut 37.438,88 ton, Parigi Moutong 31.534,10 ton, dan Banggai 29.240,50 ton.
Data DKP juga mencatat total produksi perikanan tangkap Sulawesi Tengah pada 2025 melampaui target tahunan. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peran sektor kelautan dalam perekonomian daerah, meskipun nelayan masih menghadapi tantangan seperti biaya operasional, ketersediaan bahan bakar, kondisi cuaca, akses permodalan, serta fluktuasi harga ikan.
Karena itu, bantuan armada perlu diikuti pendampingan, pemeliharaan sarana, akses pemasaran, dan penguatan fasilitas pascapanen. Tanpa dukungan tersebut, peningkatan hasil tangkapan berisiko tidak sepenuhnya meningkatkan pendapatan nelayan.
Pemprov Sulawesi Tengah menargetkan bantuan perikanan tangkap dapat memperkuat produksi sekaligus memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada ketepatan penerima, pemanfaatan bantuan, serta pengawasan berkelanjutan di lapangan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan serta Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Mohammad Syafar, mengatakan bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membantu masyarakat pesisir yang masih menghadapi keterbatasan sarana usaha.
Dalam dua tahun terakhir, DKP Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan sarana perikanan tangkap senilai Rp2,26 miliar kepada 51 rumah tangga. Program itu ditempatkan sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan, khususnya bagi keluarga yang menggantungkan pendapatan dari kegiatan melaut.
Dukungan juga diberikan kepada 114 kelompok nelayan dengan total anggaran sekitar Rp13,20 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap melalui penyediaan sarana produksi yang lebih memadai.
Selain kapal motor yang sedang disiapkan, Pemprov Sulawesi Tengah telah menyalurkan bantuan armada berupa 4.754 unit motor tempel dan 1.610 unit perahu tanpa motor. Bantuan itu tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Pemerintah berharap tambahan armada dan peralatan tersebut dapat memperluas jangkauan operasi nelayan, meningkatkan kemampuan melaut, serta mendorong kenaikan hasil tangkapan. Namun, peningkatan produksi tetap perlu diikuti pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya ikan agar kegiatan perikanan berlangsung secara berkelanjutan.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari program Berani Tangkap Banyak yang terintegrasi dalam program Berani Makmur. Sasarannya adalah kelompok nelayan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan sarana produksi.
Berdasarkan data resmi Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, produksi perikanan tangkap pada 2025 mencapai 328.393,08 ton. Angka itu meningkat sekitar 20,8 persen dibandingkan produksi pada 2024 yang tercatat 271.865,95 ton.
Kabupaten Donggala menjadi daerah dengan produksi perikanan tangkap tertinggi pada 2025, yakni 80.180,70 ton. Setelah itu, produksi terbesar berasal dari Kabupaten Morowali sebanyak 40.225,30 ton, Banggai Laut 37.438,88 ton, Parigi Moutong 31.534,10 ton, dan Banggai 29.240,50 ton.
Data DKP juga mencatat total produksi perikanan tangkap Sulawesi Tengah pada 2025 melampaui target tahunan. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peran sektor kelautan dalam perekonomian daerah, meskipun nelayan masih menghadapi tantangan seperti biaya operasional, ketersediaan bahan bakar, kondisi cuaca, akses permodalan, serta fluktuasi harga ikan.
Karena itu, bantuan armada perlu diikuti pendampingan, pemeliharaan sarana, akses pemasaran, dan penguatan fasilitas pascapanen. Tanpa dukungan tersebut, peningkatan hasil tangkapan berisiko tidak sepenuhnya meningkatkan pendapatan nelayan.
Pemprov Sulawesi Tengah menargetkan bantuan perikanan tangkap dapat memperkuat produksi sekaligus memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada ketepatan penerima, pemanfaatan bantuan, serta pengawasan berkelanjutan di lapangan.
Sumber: ANTARA News Sulteng — Sumber asli
