MOROWALI UTARA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah menggelar Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) Tahun 2026 di Kabupaten Morowali Utara. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 8 hingga 11 September 2026, tersebut diikuti 40 calon wirausaha dari daerah itu.

Pelatihan ini menjadi bagian dari program Berani Harmoni yang diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan mendorong masyarakat membangun sumber pendapatan baru melalui usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemprov Sulteng menargetkan lahirnya 25.000 wirausaha baru selama periode 2025–2029 atau rata-rata sekitar 5.000 wirausaha baru setiap tahun.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Aswin, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan pelatihan juga melibatkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali Utara Yenismal Botuale beserta jajaran pemerintah daerah setempat.

Dalam kegiatan itu, pemerintah daerah menilai program penumbuhan wirausaha memiliki arti penting bagi masyarakat Morowali Utara. Daerah tersebut berkembang sebagai salah satu kawasan industri di Sulawesi Tengah, tetapi pertumbuhan sektor industri juga diikuti tantangan ketenagakerjaan, termasuk pemutusan hubungan kerja yang berdampak terhadap sebagian pekerja.

Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai cara memulai usaha. Peserta juga didorong agar mampu melihat peluang ekonomi di sekitar tempat tinggal, mengembangkan produk, mengelola usaha secara lebih terencana, serta menciptakan sumber penghasilan yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyebut sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Usaha yang tumbuh di tingkat masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka kesempatan kerja baru. Dalam pelaksanaannya, satu unit usaha yang berkembang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi tidak hanya bagi pemilik, tetapi juga bagi orang lain yang terlibat dalam kegiatan produksi, distribusi, maupun pemasaran.

Pelatihan tersebut menghadirkan tenaga ahli dan instruktur program wirausaha baru, termasuk akademisi yang memberikan penguatan serta pendampingan kepada peserta. Pelibatan tenaga ahli dimaksudkan agar peserta tidak berhenti pada tahap mengikuti pelatihan, tetapi memperoleh arahan untuk mengembangkan usaha secara bertahap dan melakukan evaluasi terhadap rencana bisnis yang disusun.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperluas ekosistem usaha di tengah dominasi investasi industri besar di Morowali dan Morowali Utara. Berdasarkan informasi resmi DPMPTSP Sulawesi Tengah, investasi di kawasan tersebut banyak ditopang industri logam dasar dan pengolahan nikel. Pada saat yang sama, pemerintah daerah mendorong agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan melalui kemudahan legalitas usaha dan tumbuhnya UMKM lokal.

Kemudahan memperoleh legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha, menjadi salah satu faktor penting agar pelaku usaha pemula dapat mengakses pembiayaan, mengikuti program pemerintah, dan membangun kerja sama dengan pihak lain. Dengan legalitas yang jelas, usaha masyarakat juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dari skala rumahan menuju usaha yang lebih formal.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah berharap peserta pelatihan dapat memanfaatkan seluruh materi dan pendampingan yang diberikan. Setelah kegiatan berakhir, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian keluarga dan masyarakat di Morowali Utara.